Dulu, waktu pertama kali mengenal komputer. Saya pernah bercita-cita suatu saat nanti alat-alat dirumah saya terhubung satu sama lain. Contact di handphone langsung tersinkronisasi dengan data di komputer. Terhubung ke internet 24 jam sehingga saya bisa melihat berita terbaru kapan saja, dll.
Sekarang, cita-cita saya terkabul. Saya mempunyai layanan internet 24 jam dirumah. Saya juga mempunyai communicator yang bisa menggantikan PC di perjalanan. Rumah saya juga dilengkapi dengan Wifi Hotspot yang memungkinkan untuk mengakses internet di semua ruangan. Semua data-data telah tersinkronisasi dengan komputer, dan hampir seluruh cita-cita saya sewaktu pertama kali mengenal komputer telah tercapai.
Tetapi, apakah saya merasa bahagia dengan itu semua? Apakah saya bahagia karena cita-cita saya telah tercapai? Awalnya iya. Tetapi, setelah saya hidup dengan keadaan seperti ini. Saya merasa bosan. Apakah ini yang dinamakan hidup? Bangun pagi-pagi langsung duduk didepan komputer untuk melihat kabar terbaru? Jujur, dengan adanya teknologi-teknologi yang memudahkan ini. Kehidupan saya sekarang tidak jauh dari Bangun-Makan-Mandi-Sekolah-Komputer-Internet-Sholat-Belajar-Tidur. Saya merasa malas untuk pergi keluar rumah. Apakah saya senang? Bahagia?
Ternyata, kehidupan manusia tidak sebatas hal-hal tadi yang telah saya sebutkan. Saya merasa kurang dalam satu hal. Sosialisasi. Manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Dan tidak ada teknologi yang bisa menggantikan perasaan ketika manusia bertatap muka langsung dengan manusia lainnya. Manusia juga memiliki sifat untuk dihargai orang lain. Hal inilah yang sebenarnya sedang saya cari. Dihargai orang lain.
Sebuah pemikiran dan renungan dikala senggang.
Wisnu Raditya Putra, 2006
W|z|z|n|U atau Wisnu atau Nunu. Seorang siswa SMA Favourite di Kota Bandung kelas 2 IPA. Mempunyai minat yang tinggi terhadap bidang komputer, khususnya desain grafis. Kehidupannya sehari-hari dipenuhi oleh komputer, internet, dan remedial.





November 26, 2006 pukul 4:35 pm
kurang lebih setuju…
November 27, 2006 pukul 7:44 am
tapi sosialisasi itu juga penting…
November 27, 2006 pukul 7:28 pm
Loh, bukannya hal itu yang saya bahas?
November 28, 2006 pukul 6:02 am
mantap bro, gw juga sering kepikir kayak gitu. ternyata gw gw sendiri didunia ini yg “sempet” mikir kayak gini. salute deh bro.
November 28, 2006 pukul 6:45 pm
Hem…bagus2, akhirnya sadar. Itu sama halnya seperti anak2 Jepang seperti di novel yang saya baca. Mari kita bersosialisasi. Oh ya, saya septian…new blogger, haha..moga bisa jalin pertemenan di dunia maya ini
November 28, 2006 pukul 6:57 pm
salam kenal.
November 28, 2006 pukul 8:35 pm
mimpi selalu berganti .. ketika satu mimpi tercapai, mimpi lain akan terbit ..
… hasilnya? masa kecil dan masa ‘muda’ *masih on progress nih masa muda-nya* yang penuh petualangan dan kebahagiaan
… ayo bermain…
Dulu sih aku lebih sering maen2 di luar rumah, mungkin karena dulu gak punya komputer maupun internet
btw, enak bener rumahnya ihihihihi…
November 28, 2006 pukul 10:54 pm
@ Si Iyo : Siapa ya?
@Goio : Ya, benar. Mimpi selalu berganti. Ditambah sifat manusia yang tidak pernah puas membuat manusia yang tidak mengerti arti dari “bersyukur” akan terus kebingungan dalam menjalani kehidupan. Saya juga setuju bahwa masa remaja seharusnya dipenuhi oleh petualngan-petualangan yang tidak mungkin dilakukan ketika sudah tua. I get the point. Thank’s
BTW hanya kebetulan saya diberi rezeki yang berkecukupan sehingga mampu memiliki apa yang saya inginkan. Ini semua datangnya dari Allah swt melalui perantara orang tua saya yang bekerja keras dari Pagi sampai Malam.
@ septian : Ya, salam kenal dari Bandung!
November 29, 2006 pukul 6:55 pm
mas, aku mah salam kenal ke si septian. jangan geer atuuuh!
Maret 7, 2007 pukul 5:17 pm
ry prnah
pengen p nya net
after my sist make it come true
gw bosen
…. …. ^_^ yah.. inti na sih “manusia makhluk yg tak pnah puas”
dan seimbanglah dalam hidup
alhamdulillah kmu cepat sadar…
Maret 22, 2007 pukul 3:37 am
lo enak dengan fasilitas se keeeeeeeeeeeeren itu!!
kenapa e-nya banyak cos dibandingin kuring,mau nge net
aja harus nginep di sekolah, da gratis
intinya syukuri hidup, dan sesekali buat ‘keanehan”
apa kek ama temen lo, buat film (punya hobi fhotografi)
atau gabung ama aku di jurudsan broadcast(promosi)
atau kaya kuring,buat set dekorasi buat acara magazine
show, walau sekarang nich temen kuring lagi ngorok”"
gini gini juga kuring ahli “lacur” (pelayanan curmat)
April 25, 2007 pukul 3:41 pm
gmana solusinya udah ktemu belum???
November 6, 2007 pukul 3:32 am
Manusia memang mahluk sosial , dimanapun ,kapanpun dan siapapun ia pastilah membutuhkan kehadiran orang lain .pun hanya untuk sekedar tersenyum misalnya ,jelas kita butuh orang lain .Semua manusia pasti ingin diperhatikan dan ingin pula memperhatikan , dicintai dan mencintai dikasihi dan mengasihi dll, saling berbagi ,memberi dan menerima ,karena manusia tidak ada yang sempurna ,maka disitulah sebenarnya hidup manusia saling melengkapi kekurangan masing – masing .
Juni 5, 2008 pukul 2:09 pm
untuk memperbaiki “kehidupan” dan mencari sesuatu yang baru tidak harus meninggalkan yang lama, karena apa yang telah kita jalani dn lewati pasti ada manfaatnya nanti, jadi walopun km mau “pindah” dari rumah ke “dunia luar” ga haruis meningglkan kehidupan “rumah”, what about combining both?