Karena sifat malas yang melanda belakangan ini *duh*, saya memutuskan untuk merangkum semua yang saya alami hanya dalam satu post saja.
Liburan telah tiba… Rapot telah dibagi dengan nilai yang tidak terlalu menggembirakan. Hahaha… Perasaan malas melanda dengan dahsyat. Malas menulis, malas berkarya, malas pergi keluar rumah, bahkan untuk bangun tidurpun malas. Dasar siswa yang pemalas…
Banyak hal yang terlintas untuk mengisi liburan ini. Tetapi kenapa pada saatnya liburan datang jiwa dan raga saya menolak semua pemikiran tadi? Saya hanya ingin tidur, bermain, menonton, dan melakukan kegiatan-kegiatan tidak berguna lainnya. Saya senang, tapi disatu sisi saya merasa hampa. Saya belum menemukan apa yang saya cari…
Alhamdulillah akhirnya punya kamera baru. Alat yang bisa membantu saya mengekplorasi & menyalurkan hobi saya. Fotografi…
Baru saja selesai menonton drama Jepang 1 litre of tears. Drama paling mengharukan yang pernah saya tonton. Begitu selesai menonton saya langsung teringat perkataan guru Bahasa Indonesia saya, Bu Yattini.
“Karya yang bagus tidak hanya membuat seseorang menangis atau tertawa, tetapi bisa membuat seseorang berpikir dan melaksanakan apa pesan moral dari karyanya tersebut”.
Karya yang sebenernya beliau maksud adalah drama, karena waktu itu kita sedang membahas mengenai drama. Jujur, 1 litre of tears ini tidak hanya membuat saya menangis tetapi juga membuat saya berpikir betapa berharganya hidup kita. Betapa berharganya kesehatan, hal yang kadang kita sepelekan. Betapa berharganya keluarga, teman. Dan yang paling penting. Betapa berharganya manusia yang bisa menolong orang lain, walaupun untuk berjalan pun dirinya membutuhkan pertolongan orang lain…
Kemarin, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Sesuatu yang tidak saya sangka-sangka. Makna yang bisa ambil dari kejadian itu adalah…
“Perhatian yang kita berikan pada orang lain, walaupun mungkin tidak dibalas pada saat itu juga. Pasti akan dibalas pada suatu hari nanti”.
Kemarin saya merasakan, saya merasa perhatian yang dahulu saya berikan pada seseorang baru dibalas kemarin. Sesuatu yang tidak saya duga dan tidak saya harapkan…
W|z|z|n|U atau Wisnu atau Nunu. Seorang siswa SMA Favourite di Kota Bandung kelas 2 IPA. Mempunyai minat yang tinggi terhadap bidang komputer, khususnya desain grafis. Kehidupannya sehari-hari dipenuhi oleh komputer, internet, dan remedial.





Desember 27, 2006 pukul 5:36 pm
1 litre of tears yang dijiplak itu? dijiplak jadi ‘Buku Harian Nayla’? Phew. Belum pernah nonton, walopun ada di tipi.
Desember 28, 2006 pukul 9:26 pm
1 litre of tears yg dijiplak BUku Harian Nayla itu?
pengen nonton..nyari dipidinya gag ketemu..
kyknya dalem
Januari 1, 2007 pukul 11:45 am
nice quote bro!
a work of art that can stimulate who consumes it…
drama kek gitu bisa bikin orang tersentuh pesan moralnya.
tapi bagi gue, karya fotografi lebih sering bikin gue gatel pengen moto-moto juga!
Januari 6, 2007 pukul 9:45 pm
hooo…
baru tau klo Buku Harian Nayla itu menjiplak 1 litre of tears..
pengenn nonton 1 litre of tears!
Januari 7, 2007 pukul 1:17 am
wah….saya kira one litre of tears itu tontonan wajib para mahasiswa, ternyata sudah menggema di Indonesia. Pesan yang diambil sangat banyak, termasuk juga kasih sayang orang tua yang tidak terbatas
Januari 8, 2007 pukul 2:42 pm
oh kamera yang tadi dibawabawa…
kata si ulil kamu punya 1 litres of tears bagian yang ilang itu episod 8 ato brapa ya??
mau dong….
nonton itu pasti nangis bombay ya…
haha
masuk ke skul rada males udah lama gak dipake sih otaknya…
semangatsemangat…
Maret 3, 2007 pukul 12:00 pm
TOP bgt dah
Maret 22, 2007 pukul 3:09 am
mungkin alasan kitou aya selalu menulis
menulis dan menulis diary adalah menyadarkan
orang bahwa tidak selamanya kita akan hidup di dunia…
Maret 22, 2007 pukul 3:15 am
jangan pernah memendang sebelah mata orang lain..
pesan ini kuat di film ini, kadang melihat orang (maaf)keterbelakangan/cacat,seseorang berfikir dua kali buat kenal org tersebut/membantu.
film ini, jadi acuan buat org yg mau menghargai hidup…
( yah….meleleh- meleleh deh air mata^_^ )
April 1, 2007 pukul 1:07 pm
Film sinetron kita ada yang membuat berpikir ngak yach? Banyakan ttg tuyul2an ama cinta2an doang….
Film yang bisa membuat merenungkan, aku bilang sich “A beautiful mind”-nya Russel Crowe.
Juni 30, 2007 pukul 10:03 pm
1 Litre of Tears emang TOP bgt dah…
sukses bikin nangis bombay…
bikin kita merenung ttg banyak hal yg ga pernah kita pikirin sebelumnya…
seperti kata Kitou Aya,,
“to live Life to the Fullest..”
Juni 30, 2007 pukul 10:05 pm
tapi sayang yah malah dijiplak sama orang indo…mana ga mutu lagi jiplakan nya…*maaf bagi yg suka..*padahal pesan moralnya ‘jero pisan euy’ !!
Juli 20, 2007 pukul 6:30 pm
Hai Wisnu,
Salam kenal ya. Nama saya Monique. Saya sedang menulis article untuk The Weekender, majalah supplement dari koran The Jakarta Post. Article yang saya tulis kali ini adalah tentang blogger yang masih remaja. Boleh enggak aku ngobrol2 atau tanya2 lewat email mengenai kebiasan nge-blog mu? Kalau boleh, bisa saya hubungi di mana atau alamat emailnya apa?
Alamat email saya monique_natalia@yahoo.com. Please do contact me ASAP karena deadline saya sudah dekat..
Terima kasih banyaks ebelumnya untuk bantuannya.
Oktober 1, 2007 pukul 5:52 pm
haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
wizznu
aku aku penggemar berat film ini….
ini film yg membuat aku nulis……nulis….nulis
kadang menulis mengungkap pribadi kita